Balige, 25 November 2020. Bertempat di ruang mushola Pengadilan Agama Balige seperti biasanya setiap hari rabu setelah sholat Ashar dilaksanakannya  BINTAL. Kali ini yg memberikan BINTAL PPNPN Pengadilan Agama Balige Riskon, S.E.I dengan Tema “MENGGALI KANDUNGAN MAKNA SURAT AL-HUMAZAH”. Acara dibuka oleh Kasub.bag. Kepegawaian Fatimah zahara, S.H.I selaku Moderator.

 

 

“Ayat Ke-1 Surat al-Humazah

Yang Artinya: Celaka bagi setiap orang yang suka menggunjing dan mencela

Wayl artinya adalah ancaman keras, bencana, dan adzab yang pedih (Tafsir as-Sa’di). Secara singkat, dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan ‘celaka’. Para Ulama berbeda pendapat tentang makna humazah dan lumazah. Namun bisa disimpulkan bahwa pada kedua kata tersebut terdapat unsur makna menggunjing, mengadudomba (namimah), dan mengejek atau mencela baik dengan ucapan atau perbuatan, baik terang-terangan di hadapan orangnya ataupun membicarakan keburukannya tanpa sepengetahuannya (menggunjing).

Ayat Ke-2 Surat al-Humazah

Yang Artinya: yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.

Pada ayat ini dijelaskan sifat tercela yang lain yaitu ambisi tinggi dalam mengumpulkan harta dan sangat kikir/ pelit. Saking cintanya yang mendalam pada harta ia selalu menghitung-hitung ulang hartanya untuk memastikan tidak berkurang. Pagi dihitung, siang dihitung ulang, malam pegang kalkulator lagi (disarikan dari penjelasan Syaikh Ibn Utsaimin). Bukan setiap penghitungan harta tercela. Justru kadangkala menjadi wajib atau sebaiknya dilakukan. Seperti menghitung harta untuk membayar zakat atau menghitung harta yang menjadi tanggungannya untuk memberi bagian pihak yang kerjasama bagi hasil dengannya agar tidak terdzhalimi sedikitpun, dan semisalnya.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya dari Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa. (TIP)