Daily Archives: Agustus 15, 2019

Balige, Rabu/ 14 Agustus 2019 Aparatur Pengadilan Agama Balige melaksanakan Pembinaan Mental (BINTAL) yang dilaksanakan selesai sholat ‘ashr di mushola Pengadilan Agama Balige.

Bintal dibuka oleh moderator, Pegawai Pengadilan Agama Balige Yuristia Eka Erwanda, S.H dan pada kesempatan ini Bintal disampaikan oleh Kasubag Perencanaan, TI dan Pelaporan M. Zaki Mubarok Panjaitan, S.H.I.,M.H dengan tema “Mengasah kemampuan diri”.

Berawal dari ungkapan “ Bekerjalah untuk dunia seolah-olah engkau hidup selamanya, dan Bekerjalah (ber’amal Sholih) untuk akhirat seolah-olah engkau mati esok hari”.

Ungkapan “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya”, maksudnya adalah apa yang tidak selesai hari ini dari urusan dunia, selesaikanlah besok. Yang tidak bisa selesai besok, selesaikanlah besoknya lagi. Jika luput hari ini, masih ada harapan untuk besok.

Adapun untuk urusan akhirat, maka beramallah untuk urusan akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. Maksudnya kita diperintahkan untuk segera melakukan amalan shalih, jangan menunda-nundanya. Anggap kita tak bisa lagi berjumpa lagi dengan esok hari. Bahkan kita katakan, bisa jadi kita mati sebelum esok tiba. Karena siapa pun kita tak mengetahui kapan maut menghampiri.

Lebih lanjut pemateri menganalogikan seorang pemuda yang bekerja sebagai penebang pohon yang bermodalkan tenaga dan kapak yang masih baru dan amat tajam.

Pada hari pertama bekerja sang pemuda bisa menebang 8 pohon kayu karena kesungguhan kerja dan ketajaman kapak tersebut. Sang pengusaha melihat hasilnya akhirnya memuji kepada pegawai barunya, “waaah kerja luar biasa, belum pernah ada penebang kayu dengan hasil seperti engkau… Bagus!!!.. Teruskan!”

“Terimakasih Tuan,” sahut sang penebang sambil tersenyum puas atas hasil kerjanya hari ini.

Hari kedua sang penebang berangkat dengan semangat dan penuh motivasi karena dipuji oleh sang majikan. Dia bekerja keras, tapi anehnya dia hanya mampu menebang 7 pohon.
Hari berikutnya dia mencoba bekerja lebih keras dan berangkat lebih pagi, tapi sekali lagi dia hanya mampu menebang 5 pohon.

Sang penebang kayu itu berangkat lebih pagi lagi dan pulang lebih sore. Dia mencoba bekerja lebih keras dan keras lagi.  Tapi sekali lagi hasil tebangan kayunya semakin lama semakin menurun. Dengan menunduk lesu dan tidak bersemangat sang penebang kemudia menemui sang majikannya.

“Tuan, sepertinya aku sudah kehilangan kemampuan dan keahlianku dalam menebang kayu. Aku malu dengan hasil kerjaku,” kata sang penebang kayu dengan menunduk penuh penyesalan.

Sang majikan bertanya : “Kapan terakhir kali anda mengasah kapak yang aku berikan kepadamu?”

Sang penebang kayu mendongak, dan menunjukkan muka keheranan. “mengasah kapak?.!! Bagaimana aku sempat mengasah kapak?!!”

“Tuan, sungguh saya sibuk sekali menebang kayu. Dari pagi sampai sore saya menebang kayu… Mana sempat saya menghabiskan waktu mengasah kapak yang tuan amanahkan kepadaku?” jawab si penebang kayu.

Sambil tersenyum sang majikan menjawab, “Tahukah Anda?… Di sinilah letak masalah terbesar Anda. Masih ingat ketika saya memberikan kapak baru dan tajam untuk bekerja pertama kali? Ditambah dengan skill dan keahlianmu maka anda mencapai hasil dan prestasi yang luar biasa.” kata majikan mengawali.

Sambil menghela nafas, sang majikan melanjutkan, “hari berikutnya engkau bekerja seperti biasa dengan skill dan tenaga yang sama, tetapi hasilnya menurun. Semakin hari engkau bekerja semakin keras dan bekerja semakin keras. Tetapi ketika alat pendukungmu yaitu kapak tidak engkau asah maka ketajamannya menumpul. Sesibuk apapun engkau bekerja maka hasilnya akan menurun, maka sempatkanlah mengasah kapakmu.”

Ketika kita bekerja setiap hari tanpa sadar TERJEBAK pada POLA YANG SAMA setiap hari dengan RUTINITAS KERJA dari pagi sampai sore. Sibuk dan sibuk terus menciptakan RUTINITAS YANG TERPOLA. Sehingga sering melupakan sisi yang sama pentingnya yaitu “MELAKUKAN JEDA”, beristirahat, mengasah KAPAK KEMAMPUAN DIRI.

Ingat Dunia berubah dengan cepat, berkembang amat sangat pesat, kita juga dituntut untuk berkembang dan mampu menyusun strategi dan inovasi baru dalam bekerja.

Selamat mengasah Kapak untuk Kemampuan Anda.!!!(TIP)