Balige, Kamis/ 09 Mei 2019. Sudah menjadi rutinitas selama bulan Ramadhan Pengadilan Agama Balige ketika setelah selesai sholat dzuhur berjama’ah melaksanakan Pembinaan Mental (BINTAL).

Pada kesempatan kali ini tanggal 4 Ramadhan 1440 H BINTAL dibuka oleh moderator, Kasubag Umum dan Keuangan Pengadilan Agama Balige Amirul Haq, S.H.I dan materi BINTAL disampaikan oleh Kasubag Perencanaan, TI dan Pelaporan Pengadilan Agama Balige M. Zaki Mubarok Panjaitan, S.H.I., M.H. dengan tema “Karakteristik Ibadurrahmaan”.

Ibadurrahman  adalah ungkapan dalam bahasa arab yang terdiri dari 2 kata yaitu Ibad dan arrahman. Ibad artinya hamba, dalam al-qur’an biasa ditunjukkan untuk orang-orang yang beriman, orang-orang yang ta’at kepada perintah Allah dan rasulnya. Sedangkan arrahman artinya yang maha pengasih. Jadi, ibadurrahman adalah hamba Allah yang diberi kemulian oleh Allah sebagai hamba yang maha penyayang.

Terkait hal ini Allah swt berfirman dalam surat alfurqan ayat 63:

 

Artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan (al-Furqon : 63)

   

Ibadurrahman (Hamba-hamba Allah yang penyayang) adalah kelompok manusia pilihan yang mempunyai karakteristik  khusus, yaitu :

Pertama; Mereka berjalan diatas bumi dengan rendah hati, tidak sombong. Hal ini sesuai dengan firman  Allah  pada  surat Al Isra’ ayat 37 :

Artinya : “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung”.

Kedua; Mereka adalah orang-orang yang mengagungkan ayat-ayat Allah dan tidak pernah menentang atau membantah ayat-ayat tersebut, bahkan mereka adalah orang yang mengimaninya dengan cara yang baik. Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an Surat al-Furqan: 73).

Artinya : “Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.”

Ketiga; Rajin melaksanakan shalat tahajjud untuk mendekatkan diri pada rabb. Ibadahnya tidak di ketahui oleh orang lain kecuali Allah dan keluarganya. Firman Allah pada surat as-Sajadah ayat 16 :

Artinya : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut  dan  harap,  serta  mereka menafkahkan rezki yang Kami berikan”.

Pada ayat lain dalam surat al-Furqan ayat 64 Allah menjelaskan yang artinya “Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka”.

Kempat;  Apabila mereka membelanjakan  harta, mereka tidak boros dan tidak kikir, tapi mereka menggunakan untuk cukup memenuhi kebutuhan tidak menuruti keinginan yang berlebihan. Sesuai firman Allah pada surat al-Furqan ayat 67 :

Artinya :  “Dan  orang-orang  yang apa bila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Semoga kita bisa menjadi salah satu karakteristik ibadurrahman tersebut, dengan begitu Allah akan selalu memberikan kasih dan sayang baik ketika hidup di dunia, terlebih lagi ketika di akhirat yang kekal selama-lamanya, Aamiin… (#TIP).